Perempuan yang dicintai suamiku
Sunday, March 1st, 2009Karena banyak yang forward cerita ini ke email, maka saya akan publishkan cerita ini di sini, cerita ini benar-benar menyentuh. Ketika seseorang telah tiada, kita baru menyadari begitu pentingnya orang tersebut bagi kita. Cerita lengkapnya silahkan baca dibawah ini, cukup panjang juga…..
Kehidupan pernikahan kami awalnya baik2 saja menurutku. Meskipun menjelang
pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik
dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi
kekantornya bekerja sampai subuh, baru pulang kerumah, mandi, kemudian
mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makannya pun sedikit.
Aku pikir dia workaholic.
Dia menciumku maksimal 2x sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang
kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah
romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal2
seperti itu sebagai ungkapan sayang.
(more…)